Pengalaman Terjun Menjadi Panitia Lokal Kelas Inspirasi Klaten #4

By Mrs Fenny - Agustus 04, 2019

Sehari Cuti, Seumur Hidup Menginspirasi
Semangat itulah yang sering digaungkan ketika menjadi relawan di Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi adalah kegiatan yang mewadahi profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada misi perbaikan pendidikan di Indonesia. Melalui program ini, para profesional pengajar dari berbagai latar belakang diharuskan untuk cuti satu hari secara serentak untuk mengunjungi dan mengajar SD, yaitu pada Hari Inspirasi. Saya sendiri mendengar tentang Kelas Inspirasi  sejak tahun 2012, namun saya baru bisa berpartisipasi menjadi Relawan Pengajar di tahun 2018. Saat itu, saya menjadi bagian dari Kelas Inspirasi yang diselenggarakan di Klaten, kota kelahiran tercinta. Pengalaman menjadi Relawan Pengajar dengan mengusung profesi penulis Insya Allah saya bagikan di lain kesempatan.

Kesempatan menjadi panitia lokal saya dapatkan ketika melihat teman membagikan informasi rekruitmen panitia lokal untuk Kelas Inspirasi Klaten tahun 2019. Sama seperti halnya ketika mendaftar menjadi relawan pengajar, saya harus mengisi form berisi beberapa daftar pertanyaan untuk seleksi menjadi panitia lokal. Beberapa waktu kemudian, saya mendapat pengumuman bahwa saya lolos dan diundang untuk ikut Meet Up Perdana, yaitu acara kumpul-kumpul untuk membahas tentang kegiatan Kelas Inspirasi yang akan datang.

Meet up perdana dihadiri banyak relawan dan rata-rata berusia muda. Hanya beberapa yang terlihat sudah senior. Pada pertemuan pertama itu, para calon panitia lokal diajak untuk brainstorming tentang kondisi pendidikan di Indonesia melalui sebuah diskusi kelompok. Salah satu materi yang masih saya ingat adalah diskusi tentang sistem zonasi untuk pendaftaran murid baru. Selanjutnya, kami dibagi menjadi kelompok-kelompok divisi. Saat mendaftar, ada beberapa pilihan divisi yang tersedia, yaitu tim rekruitment, fasilitator, publikasi, merchandise, acara dan dokumentator. Saya sendiri memilih untuk menjadi tim fasilitator, yaitu tim yang nantinya bertugas mendampingi relawan pengajar ketika terjun di lapangan.

Ternyata, pemilihan koordinator Kelas Inspirasi Klaten yang telah memasuki periode keempat ini pun baru dilakukan saat meet up perdana. Koordinator tahun ini terpilih secara aklamasi. Setelah itu dilanjutkan pemilihan koordinator per divisi yang dilakukan dengan sistem lelang. Siapa yang mau, angkuuut. Seiring proses pengelompokan panitia lokal per divisi, saya pindah dari tim fasilitator menjadi tim rekruitment dengan pertimbangan perlu ada panitia lokal di divisi rekruitment yang paham tentang website. Karena tidak ada yang mengajukan diri maka saya mengajukan diri. Resmilah saya menjadi tim divisi rekruitment bersama 5 orang lainnya yang belum saya kenal sebelumnya.

Meet up perdana pun berlanjut dengan meet up-meet up berikutnya. Beberapa kali saya mengikuti meet up besar yang seharusnya dihadiri oleh semua panitia lokal. Namun kenyataannya seringkali hanya dihadiri perwakilan per divisi. Pertimbangan jadwal yang bertabrakan dengan acara lain terkadang membuat agenda meet up dinomorduakan, namun tanggung jawab tetap dijalankan.

Sebagai tim rekruitment, saya bersama Mas Pram (senior yang konon katanya salah satu inisiator Kelas Inspirasi Klaten), Ari Wibowo (seorang HRD sebuah perusahaan cukup ternama di Klaten), Deby (seorang area manager merk semen nasional), Kintan (seorang perawat di salah satu rumah sakit di Klaten) dan Ochi (seorang ... yang rela PP Klaten-Semarang untuk menjadi panitia lokal) bertugas merekrut relawan pengajar dan dokumentator. Selama proses rekruitment, divisi rekruitment bekerja sama dengan divisi publikasi dan divisi dokumentator. Tahap pertama, divisi rekruitment menyiapkan form pendaftaran yang dibantu divisi publikasi bagian webiste yang dipercayakan pada mas Agus, seorang karyawan di salah satu universitas di Jogja. Jika tahun sebelumnya menggunakan Type Form, tahun ini kami menggunakan form yang sudah terintegrasi dengan website KelasInspirasiKlaten.org.

Proses rekruitment relawan pengajar dimulai kurang lebih 3 bulan sebelum Hari Inspirasi. Dibantu divisi publikasi, tim rekruitment hanya perlu mengumpulkan data calon relawan yang sudah mendaftar lewat form pendaftaran di webiste. Setiap minggunya selama proses rekruitment, salah seorang dari divisi rekruitment mengunduh data lalu dibagi dengan anggota lainnya. Sebelum mulai menyeleksi para relawan, sebelumnya divisi rekruitment mengadakan meet up kecil untuk menyamakan persepsi tentang kriteria relawan pengajar yang bisa diloloskan. Ada kriteria khusus dari pusat, seperti sudah menjalankan profesi minimal 2 tahun dan ada juga kriteria berdasarkan kebijakan panitia lokal Kelas Inspirasi yang bersangkutan. Tentunya dengan beberapa pertimbangan mengapa kriteria itu diberlakukan.

Proses seleksi pun dimulai setelah masa pendaftaran relawan pengajar dan dokumentator berakhir. Ada ratusn orang yang mendaftar selama kurang lebih satu bulan masa pendaftaran dibuka. Beruntung, ada 6 orang dalam satu tim dan itu pun masih dibagi dengan divisi dokumentator untuk seleksi relawan dokumentator. Setiap anggota divisi rekruitment kurang lebih menyeleksi 30an orang. Sebenarnya setiap minggu sudah dibagi datanya namun saya memilih mengerjakan ketika semua data terkumpul. Penganut sistem kebut semalam, hehe

Ketika seleksi akhir, semua anggota divisi rekruitment berkumpul kembali dirumah Deby. Masing-masing dari kami mengumpulkan hasil seleksi sambil membahas beberapa hal yang sekiranya agak ragu seorang calon relawan bisa diloloskan atau tidak. Ternyata, ada proses dilematis ketika teman anggota divisi rekruitment yang mendaftar. Ada rasa sungkan jika ternyata teman tidak bisa diloloskan. Ternyata itulah mengapa anggota divisi rekruitment sebaiknya tidak terlalu gencar merekrut dari kalangan teman sendiri. Saya pun sempat gigit jari ketika ternyata dari beberapa teman yang mendaftar ternyata tidak bisa lolos. Hanya satu dari hasil rekomendasi saya yang lolos. Semoga teman-teman bisa mengerti, hiks.

Tugas divisi rekruitmennt tidak berhenti di proses seleksi. Setelah terkumpul data relawan yang lolos, kami masih ada tugas untuk mengirimkan pesan lewat email dan chat whatsapp. Sempat ada miss communication juga tentang jam broadcast info namun masih bisa ditoleransi.

Ketika hari tlah tiba, saya sebagai anggota tim divisi rekruitment sempat was-was ketika ternyata banyak relawan yang mengundurkan diri. Bahkan ada yang satu SD yang seharusnya mendapat 10 relawan pengajar dan dokumentator, ketika dikonfirmasi mengundurkan diri dua orang dan ketika hari H hanya 3 orang yang hadir. Disitu saya merasa sedih. Beruntung jika dinilai secara keseluruhan, masih 60% relawan yang hadir dari total jumlah relawan yang diloloskan. Selain PR bagi divisi rekruitment untuk bisa menyaring relawan yang benar-benar berkomitmen, tentunya perlu kesadaran dari para relawan yang telah mendaftar dan lolos untuk bisa lebih bertanggungjawab. Ingatlah bahwa banyak diluar sana yang ingin berpartisipasi namun kamu yang lebih terpilih dan diberi kesempatan.

Jika relawan pengajar dan dokumentator hanya perlu sehari cuti untuk seumur hidup menginspirasi, saya senang bisa ambil bagian menjadi panitia lokal Kelas Inspirasi meski harus ‘cuti’ berkali-kali dari kegiatan pribadi untuk bisa memfasilitasi teman-teman yang ingin menginspirasi lewat Kelas Inspirasi. Besar harapan saya untuk berpartisipasi dengan kegiatan ini, bisa jadi tahun depan saya bisa menginspirasi dan berpartisipasi di kota lain, hingga ke seluruh pelosok negeri.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan kesan.