Semangat Membentuk Generasi Millenial Tangguh Untuk Indonesia Berdaya Melalui Future Leader Camp (FLC) 2019 Bersama Dompet Dhuafa

By Mrs Fenny - April 01, 2019

Jangan takut berbagi, karena berbagi tidak harus menunggu berlebih.
Sejak berdiri 26 tahun yang lalu, Dompet Dhuafa selalu memiliki campaign kebaikan yang bertema. Jangan takut berbagi menjadi tema tahun ini. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa banyak orang yang beranggapan . Kasarnya, kaya dulu baru berbagi. Padahal, ada banyak cara untuk berbagi. Misal kita hanya punya senyum, itu pun sudah berbagi dan bernilai pahala sedekah.

Untuk mendukung campaign kebaikan “Jangan Takut Berbagi”, Dompet Dhuafa juga meluncurkan situs KalkulatorZakat.com. Sebagaimana kita tahu dalam hukum Islam, seberapa besar kecil pendapatan kita, ada bagian 2,5% yang merupakan hak orang lain. Kalkulator zakat membantu kita untuk menghitung dengan lebih akurat. Hasil perhitungan zakat bisa kita salurkan melalui rekening donasi Dompet Dhuafa berikut.

Selain melalui zakat yang merupakan kewajiban umat Muslim, ada pula program Dompet Dhuafa Aqiqah dimana salah satu keunggulannya disbanding yang lain adalah adanya pemberdayaan kaum dhuafa dan bisa sekaligus sedekah.  Jelang Ramadhan 1440 H, kita juga bisa memberikan Paket Donasi Ramadhan 1440H dengan berbagai pilihan paket mulai dari Rp33.000 per paket, diantaranya paket Tebar Zakat Fitri, Parcel Lebaran, Kado Untuk Santri dan lain-lain. 

Mau berbagi daging kurban dengan persiapan diawal supaya hati lebih tentram? Ikuti program Kurbanesia Dompet Dhuafa yang bisa disalurkan dananya mulai bulan ini. Semakin awal, dana yang disalurkan lebih terjangkau.

Banyak pilihan cara untuk berbagi bukan?

Mencari Bibit Pemimpin Generasi Muda

Semangat berbagi juga digaungkan Dompet Dhuafa melalui generasi muda, generasi milennial. Adanya bonus demografi yang didominasi oleh mereka yang memasuki golongan milenial perlu disikapi dengan ikhtiar yang cerdas dan narasi yang brilian agar bisa menangkap peluang Revolusi Industri 4.0 dan siap memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat dengan baik. Karena di tangan para milenial kunci kemajuan bangsa dan negeri ini digantungkan.

Oleh karenanya Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) Dompet Dhuafa bekerja sama dengan BNI Syariah mengadakan acara Future Leader Camp (FLC) 2019. Acara yang berlangsung selama 4 hari, tanggal 28-31 Maret 2019 di Semarang, Jawa Tengah ini diikuti oleh 75 aktivis terpilih dari 22 Perguruan Tinggi Negeri dari seluruh Indonesia, antara lain: UI, IPB, ITB, UGM, UNNES, UNS, UNAIR, UB, UNP, UNAND dan lain-lain. Aktivis tersebut terpilih dari 709 aplikasi yang masuk. Kriteria dan seleksi ketat diberlakukan untuk mendapatkan aktivis yang kompeten. Proses seleksi yang berlangsung selama 2 bulan dimulai dari seleksi administrasi, wawancara yang dilanjutkan dengan seleksi uji public dimana calon peserta FLC diminta untuk mengundang 20 massa yang akan menyaksikan presentasi program yang telah dijalankan para aktivis. Kemudian dilakukan e-voting untuk melihat kemampuan para aktivis dalam menggalang dan mempengaruhi massa. Barulah dipilih 75 peserta terpilih yang akan dikarantina selama 4 hari untuk menguji ketekunan, kesungguhan dan kekuatan fisik.

Selama masa karantina, aktivis yang terpilih mengikuti FLC 2019 mengikuti serangkaian acara, diantaranya aksi naik gunung Ungaran dan tanam pohon untuk melihat kekuatan fisik aktivis dan menumbuhkan rasa peduli pada yang juga terlaksana ketika turun gunung dengan gerakan besik gunung (bersih-bersih area dari sampah). Di puncak acara, FLC 2019 yang mengusung tajuk Inspiring Leader’s Talk menghadirkan tokoh nasional sebagai narasumber antara lain Indra Sjafri (Pelatih Sepak Bola Tim Nasional Indonesia U-22 dan U-23), Mursida Rambe (Tokoh Perubahan Republika 2016), Djohari Zein (Komisaris JNE), Arief Budiman (Direktur PT Danareksa Persero), Bima Laga (Associate Vice President Bukalapak) lalu dilanjutkan dengan acara Gala Dinner bersama Gubernur Jawa Tengah serta Walikota Semarang. FLC 2019 juga diharapkan mampu menyebarkan pesan damai ditengah panasnya situasi masyarakat jelang pesta demokrasi. Berkumpulnya 75 aktivis dari seluruh wilayah Indonesa menjadi bukti bahwa kebersamaan ditengah perbedaan masih bisa diwujudkan.

Jika tahun sebelumnya calon aktivis dipilih dari para mahasiswa yang telah mencapai semester 7 dan 8, tahun 2019 khusus menjaring kandidat dari mahasiswa semester 7 saja. Hal ini tidak lepas dari tujuan FLC 2019 mendampingi masa transisi para aktivis kampus menjadi aktivitis sosial. Diharapkan para aktivis mampu meneruskan perjuangan di lingkup keluarga dan masyarakat setelah sebelumnya aktif di kampus. 

Terbentuknya 75 Leadership Project dengan penerima manfaat lebih dari 10.000 orang menjadi target FLC 2019. Program tersebut juga diikuti rencana kerja kaderisasi 600 pemimpin kampus yang tersebar di 300 kampus dimana 75 aktivis akan menjadi multilayer effect. Selain itu ada rencana penerbitan 6 buku yang juga hasil karya para aktivis sebagai bentuk bahwa mereka juga mampu menuangkan gagasan tertulis yang tak lekang oleh jaman. 

Indikator keberhasilan program yang dijalankan oleh para aktivis bisa beragam tergantung sektor yang diambil, diantaranya:
  1. Ekonomi dengan indikator keberhasilan paling mudah adalah ketika mustahid menjadi muzaki,
  2. Pendidikan dengan capaian banyaknya penerima manfaat beasiswa,
  3. Kesehatan dimana indikator keberhasilan dilihat dari orang sakit yang sembuh, jumlah orang sakit yang menurun, intensitas sakit yang menurun dan sebagainya.

Untuk mencapai indikator keberhasilan, aktivis akan didampingi oleh mentor yang kompeten di bidangnya selama setahun, penempatan di daerah perbatasan selama 1 bulan dan mendapatkan kesempatan untuk meneruskan ke jenjang S2. Untuk bekal ke jenjang S2, BAKTI NUSA juga memfasilitasi aktivis untuk belajar di Kampung Inggris, PARE agar aktivis memiliki kemampuan berbahasa asing yang mumpuni.

Aditya, salah satu alumni FLC angkatan kedelapan tahun 2018 bergerak di bidang pendidikan. Melalui komunitas Lingkar Studi Cokro dengan program malam minggu belajar bareng, alumni UNDIP ini menggalakkan program belajar bersama untuk meningkatkan prestasi akademik dan minat baca masyarakat di Tembalang dan sekitarnya. Fakta bahwa dari 1000 orang hanya 1 orang yang memiliki minat baca menjadi pertimbangan Aditya mengembangkan program tersebut. Jelang pendaftaran kuliah, Aditya juga membuat program bimbingan belajar masuk SNBPTN. Terhitung ada 30 orang yang telah mendapatkan manfaat gerakan yang dipelopori oleh Aditya ini. Kegiatan Lingkar Studi Tjokro bisa dikuti di laman instagram @wisma.tjokro.

Hal ini tentu menjadi salah satu bukti keberhasilan Dompet Dhuafa melalui BAKTI NUSA untuk mencetak pemimpin strategis di kampus dan masyarakat, dimana kemauan untuk menjadi pemimpin sosial menjadi jalan hidup para aktivis demi masa depan Indonesia.

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. Wah.. pastinya asyik banget jika bisa ikut Future Leader Camp ini. Jadi pengen banget lho. Sayapernah ikut Leader Camp sebuah komunitas dan saya senang sekali menimba banyak ilmu baru

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan kesan.