Ada Yang Unik dan Seru Saat Ultah Keempat Gandjel Rel di Pringsewu Kota Lama, Apakah Itu?

By Mrs Fenny - Februari 27, 2019


Demi apa selepas subuh sudah meluncur dari rumah ke Semarang?
Demi bisa bergabung di acara ulang tahun Gandjel Rel yang keempat dong. Tidak terasa sudah 3 tahun sejak Fenny pertama kali ikut datang di acara ultah Gandjel Rel yang pertama. Tahun 2016, komunitas blogger perempuan Semarang ini mengadakan acara ulang tahun perdana bersama Manulife. Tahun 2017, Gandjel Rel bersama Blue Bird merayakan ulang tahun kedua sekaligus mengadakan lomba vlog. Tahun 2018, Herborist menjadi tempat kunjungan di ulang tahun yang ketiga. Dan tahun 2019, Pringsewu Resto menjadi pilihan untuk merayakan ulang tahun Gandjel Rel yang keempat. Setelah melewatkan momen 2 tahun berturut-turut, kali ini Fenny tidak mau ketinggalan.

Meski sudah berangkat sedari subuh, Fenny sampai lokasi mepet jadwal. Akibat insiden salah turun halte bus Trans Semarang, Fenny harus putar balik dari Paragon Mall. Padahal sebelumnya sudah melewati halte Udinus yang tinggal lurus ke arah Kota Lama. Sempat senang ketika lokasi belum terlihat ramai ketika sampai, tapi ternyata teman-teman Gandjel Rel sudah banyak yang datang. Mereka asyik melihat area belakang Pringsewu Resto yang ternyata luas sekali dan instagramable. Dengan dandanan yang masih ala kadarnya, Fenny ngacir ke toilet untuk ganti kostum. Syukurlah Pringsewu Resto menyediakan toilet yang oke punya. Urusan ganti baju agar sesuai dresscode dan make up agar terlihat awet muda lancar karena fasilitasnya oke punya.



Acara Gandjel Rel ternyata berlangsung di lantai dua. Suguhan jajanan pasar sudah menyambut di pintu masuk ruangan. Di meja registrasi, bertumpuk hadiah untuk doorprzie dan tukar kado. Selang beberapa lama Fenny datang, acara pun dimulai. Mbak Hartari didapuk menjadi pembaca acara. Tak ketinggalan, mbak Rahmi Aziza yang merupakan ketua Gandjel Rel memberi sambutan. Sambil menggendong anak nomer tiga yang masih bayi, mbak Rahmi bercerita bahwa ada wartawan yang meminta untuk dijelaskan cara pembuatan Gandjel Rel ketika wawancara. Gandjel Rel merupakan nama panganan yang menjadi ciri khas Kota Semarang. Pemilihan nama tersebut membuat Gandjel Rel dikira kelompak pecinta masakan. Kami serta merta ikut tertawa geli mendengar. Bahkan bisa dibilang, tidak banyak dari kami yang memiliki niche khusus tentang masakan di blog. Ini menjadi hal yang cukup unik mengingat usia komunitas yang sudah cukup berumur namun masih ada yang salah tanggap.


Acara  utama Gandjel Rel kali ini mengundang mas Agus Mulyadi yang sudah Fenny ketahui sepak terjangnya sejak lama di bidang penulisan dengan ciri khas humor. Fenny sempat salah tanggap dengan mengira mas Agus adalah pendiri mojok.co. Ternyata salah, akhirnya Fenny mendapat pencerahan setelah mendapat materi yang ajaib dari pemilik akun Instagram @agusmagelangan ini. Materi menulis [tidak] kreatif menurut versi mas Agus Mulyadi akan Fenny bahas di postingan terpisah.


Selepas mendapat materi dari mas Agus yang cukup membuat pipi pegal dengan cerita-cerita lucu dan sesi tanya jawab, saatnya bagi-bagi doorprize. Ada-ada saja pertanyaan dari pembawa acara. Bahkan ada pertanyaan yang dijawab sendiri oleh pembawa acara demi bisa ikut mendapat hadiah. Acara makin menegangkan ketika pembacaan pemenang blog dan video challenge #roadto4thgandjelrel. Ada 4 pemenang untuk tiap pekan ngeblog dan satu pemenang video yang diraih oleh mbak Muna Sungkar, mbak Hidayah, dan mbak Untari. Fenny dapat apa? Cukup mendapatkan kembali semangat ngeblog setelah beberapa lama hibernasi.

Baca juga: MEWUJUDKAN HARAPAN KETIKA NGEBLOG BERSAMA KOMUNITAS BLOGGER PEREMPUAN GANDJEL REL

Namun bukan berati Fenny tak mendapatkan apa-apa. Ada sesi tukar kado. Fenny mendapatkan hadiah buku berjudul Kata Yang Telah Pecah karya mbak Mechta Dera. Tepat sesuai keinginan Fenny yang berharap dapat buku. Ada juga souvenir dari Bunda Dirga berupa pouch dari Prabu Konveksi Tas. Pouchnya langsung berfungsi jadi wadah smartphone, charger dan hadiah buku. Sebenarnya Fenny juga mendapat risoles mayo dari mbak Maya. Namun karena bingung nanti mau digoreng dimana karena Fenny menginap di hotel, risoles tersebut menjadi hak milik mbak Muna Sungkar. Asli, tidak rugi jauh-jauh datang dari luar kota untuk ikut meramaikan ulang tahun Gandjel Rel yang keempat.



Pringsewu Resto Dalam Nuansa Baru

Jika sering bepergian keluar kota, pasti teman-teman sering mendapati papan iklan yang teksnya berbeda-beda namun merujuk ke salah satu restoran. Semakin dekat dengan lokasi, semakin banyak papan iklannya. Identik dengan warna kuning, konsep iklan tersebut sukses membuat Fenny teringat Pringsewu Resto sebagai pilihan rest area. Demikian juga dengan konsep resto yang biasa Fenny temui. Parkir dan area yang luas dengan bangunan ala gazebo selalu menjadi ciri khas Pringsewu Resto. Oleh karenanya, Fenny takjub ketika sampai di Pringsewu Resto Kota Lama.

Ada suguhan yang berbeda ketika melihat desain interiornya. Bertempat di gedung yang kental dengan gaya Eropa ciri khas bangunan di Kota Lama , Pringsewu Resto menjelma menjadi tempat makan  yang artisitik. Kabarnya, gedung tersebut dulunya adalah gedung peninggalan raja tembakau sejak jaman penjajahan Belanda Oie Thiong Ham yang diambil alih pengelolaannya oleh managemen Pringsewu Resto.




Setelah melewati pintu masuk, ada area makan dan kasir yang dilengkapi panggung berikut area oleh-oleh khas Semarang. Diantara area depan dan belakang, ada ruangan yang terdapat bar kopi dan sebuah ceruk yang dijadikan semacam penjara lengkap dengan pintu teralis. Wajib dicoba, minimal untuk foto kenangan. Namun boleh juga untuk dinner berdua biar seolah-olah terpenjara dalam cinta.


Konsep dapur terbuka yang bisa kita lewati ketika menuju area belakang yang terdapat pusat oleh-oleh khas Semarang, ruangan meeting, toilet dan mushola serta akses menuju lantai dua yang digunakan untuk acara Gandjel Rel. Untuk toilet, Fenny acungi jempol. Kamar mandi terpisah antara putra dan putrid yang dilengkai wastafel dan kaca rias sangat mendukung Fenny untuk urusan ganti outfit. Konsep hemat listrik juga diusung Pringsewu Resto dengan tanda lampu yang akan menyala hanya ketika pintu ditutup dan ada orang yang menggunakannya. Demikian pula himbauan untuk penggunaan tissue, dua lembar cukup. Belum lagi akses toilet untuk orang difabel yang lebih mudah dibagian depan.




Urusan spot foto tak perlu diragukan lagi. Penataan perangkat meja kursi minimalis menambah konsep artisitik. Bentuk bangunan yang dipertahankan membuat Pringsewu Resto Kota Lama menjadi tempat yang penuh nilai artistic. Bagi yang ingin mengadakan rapat atau pertemuan, Pringsewu Resto dilengkapi beberapa ruangan yang bisa digunakan untuk meeting, termasuk ruang lantai dua yang bisa menampung ratusan orang. Mau acara gathering kantor, acara ulang tahun sampai pernikahan pun bisa dilakukan. Tentunya dengan pilihan menu makanan yang tersedia. Mau makanan ala Barat sampai khas Indonesia ada.


Selain konsep indoor, Pringsewu Resto juga menawarkan konsep outdoor yang bertempat di teras bangunan. Per awal bulan Februari 2019, Pringsewu Resto menyajikan menu yang bisa dinikmati mulai pukul  16.00 WIB. Menikmati indahnya Kota Lama di waktu sore hingga malam sambil mencicipi roti suguhan Pringsewu Resto, rasanya sayang untuk tidak dicoba.

Mengusung tagline area bebas kaduluarsa, pusat oleh-oleh Pringsewu Resto bisa menjadi pilihan untuk buah tangan. Tak hanya makanan, souvenir hingga kaos juga tersedia. Dijamin, anti kadaluarsa. Bahkan ada garansi mendapatkan produk yang sama jika ketahuan kadaluarsa.



Pringsewu Kota Lama Semarang
Alamat: Ex. gedung Oei, Jl. Suari No.10 -12, Tiong Ham, Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah 50137
Jam buka: 10.00 WIB
Telepon: 0811-2978-989
Website: www.pringsewuresto.co.id
Instagram: pringsewu_semarang

  • Share:

You Might Also Like

5 komentar

  1. Tak sia-sia bar subuh langsung meluncur Semarang. Dapat ilmu, ketemu teman, dan acara cekrek cekrek dg lokasi yg asyiik.

    BalasHapus
  2. Seneeeng bisa ketemu Fenny lagi sayang ga sempet cerita banyak kita yaaa

    BalasHapus
  3. Kalau aku jam 6 pagi berangkat dari rumah. Seru banget memang acaranya. Semoga tahun depan kita bisa ikutan lagi ya, Mbak.

    BalasHapus
  4. Aku seneng banget bisa ketemu fenny lagi setelah brp tahun ya kita ga ketemu. Yuk ah kita wujudkan ide kita lagi say

    BalasHapus
  5. Bahagia banget ketemu Fenny setelah sekian purnama, walau ngga sempat ngobrol banyak..next time rumpi yaa.. makasih kehadirannya fenny, semoga sukses, sehat bahagia..

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan kesan.